Cara Menghalau Dingin di Puncak Gunung

Setelah beberapa kali menolak ajakan untuk naik gunung atau sekedar bermain di kaki gunung, akhirnya saya menyerah juga, tidak bisa menghindar lagi untuk tidak ikut dalam pendakian gunung Papandayan kali ini. Saya termasuk orang yang ‘bermusuhan’ dengan dingin, agak sulit bagi saya untuk beradaptasi dengan suhu rendah. Pendingin udara saja mentok di 20 derajat Celcius bila malam hari.

Saya lebih mencintai pantai karena matahari yang bersinar hangat di setiap harinya. Selain itu banyak ketakutan dan kekhawatiran saya pada gunung, baik tentang bagaimana medan yang akan ditempuh, ketersediaan air, bagaimana tidurnya, pipisnya, makannya waaa banyak deh.

Akhirnya dengan usaha yang gigih teman saya itu dapat meyakinkan saya, ditambah beberapa waktu lalu saya sempat naik ke Gunung Lembu di Purwakarta, dimana ketinggiannya sekitar 900 mdpl, cukup tinggi dan melelahkan tapi kami bisa naik lalu turun tidak perlu bermalam. Dia meyakinkan saya bahwa secara fisik saya pasti mampu mendaki Papandayan, melihat dari bagaimana saya menghadapi Lembu.

Lalu bagaimana dengan tempat buang air?, rasanya saya belum siap bila harus menggali tanah…  untuk hal ini teman saya meyakinkan bahwa tidak perlu khawatir akan ketersediaan air karena di Papandayan terdapat sumber mata air yang telah dibuat bedeng-bedeng kamar mandi atau toilet. Hal ini yang membuat pendaki pemula seperti saya nyaman disini karena tidak mendapat beban tambahan untuk membawa persediaan air, ataupun harus menggali tanah bila ingin buang air besar.

Akhirnya rasa penasaran yang amat sangat tinggi sampai mengalahkan segala kekawatiran dan ketakutan saya. Puncak Gunung Lembu saja sudah indah dan menenangkan bagaimana dengan gunung yang lebih tinggi yaa? selain itu ada sensasi bahagia yang ingin saya rasakan lagi. Ditambah postingan Instagram yang heboh dan bikin sirik tentang pendakian pendakian gunung di Indonesia.

Baiklah setelah sepakat dengan waktu perjalanan, kendaraan yang akan kami gunakan, orang yang akan membawa kami naik, saat saya mengumpulkan barang-barang yang harus saya bawa, beruntung saya punya kakak yang juga suka naik… jadi nggak jauh-jauh deh nyari pinjemannya.. untuk daftar gear yang harus dibawa klik disini

Masalah suhu masih menjadi kekawatiran saya, namun saya ada beberapa cara untuk mengatasinya, Papandayan tingginya sekitar 2665 mdpl sehingga bila malam hari suhu akan sangat dingin dan berangin. Baju yang hangat sangat akan membantu kita untuk menjadi nyaman.

Trik yang saya suka pergunakan  saat malam semakin dingin didalam tenda adalah setelah masuk dalam sleeping bag, saya akan membungkus kaki saya dengan poly bag (jadi seperti akan melakukan balap karung) itu cukup menahan panas tubuh kita agar tidak keluar dari sleeping bag atau menahan angin dingin masuk. Karena setelah jam 10 malam keatas sampai jam 5 pagi suhu akan terus menurun dan membuat kita kedinginan.

Cuaca pada saat itu di Pondok Salada sangat tidak bersahabat buat saya sebagai pendaki pemula, kami sampai di Pondok Salada jam 10 pagi, jam 3 sore sudah hujan dan turun kabut tebal, sampai esok harinya kabut tidak mau pergi juga, udara berangin dan dingiiiiiiiiin. Disini terasa pentingnya penutup kepala, leher dan sarung tangan, benda-benda ini membantu saya untuk tetap hangat dan nyaman.Pastikan membawa jaket yang windproof atau waterproof, agar dingin tidak masuk. Mentok-mentok pakai jas ujan plastik aja hehehhe…

IMG_5581
Pondok Saladah dan kabut yang tak kunjung menghilang

Catatan dari teman-teman pendaki selalu pastikan badan kita tetap kering agar tetap merasa hangat, bagian-bagian penting seperti kaki, kepala, telinga leher dan tangan pasikan selalu hangat karena disitulah rasa dingin itu dimulai. Kata mereka juga gunung-gunung lain dengan ketinggian diatas Gunung papandaya Suhunya akan lebih dingin dari ini, dan pada musim kemarau pun akan menjadi sangat dingin. Jadi sangatlah Penting untuk mengetahui karakter setiap gunung sebelum kita naik dan melakukan persiapan matang.

Sekarang jadi  nggak takut lagi kan untuk naik gunung, saya si anak dapur aja berani, kalian masa enggak?! tapi  ingat ya, selalu melakukan persiapan yang baik sebelum naik, bawa peralatan yang maksimal namun tetap pada porsinya, dan jalan dengan yang berpengalaman, yang terakhir selalu menjaga lingkungan dan tingkah laku kita.

 

Selamat mendaki dan tetap hangat TemanS

Advertisements

Yuk komen di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s