DBD dan Trombosit

Saya menyerah…. Akhirnya ambruk juga, setalah panas tinggi selama lima hari, cek darah dan ternyata Trombosit hanya 100.000 dari 150.000, Leukosit 1,6 dari 4-11. Tidak mudah juga ternyata untuk masuk Rumah Sakit. Karena  rata-rata kamar penuh dan penuh dengan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), cukup heboh memang musim DBD kali ini.

Oke apa itu DBD ? Demam Berdarah Dengue adalah jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus lagi dengan genus Flavivirus, yang dikenal dengan nama Virus dengue. Virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Nah berdasarkan juga apa yang saya alami setelah digigit nyamuk, yang entah dimana itu dan kapan, kita tidak akan mengalami demam langsung tapi akan mengalami masa inkubasi (jarak waktu antara virus pertama masuk kedalam tubuh sampai gelaja pertama muncul) selama 4-5 hari baru demam dan gejala-gejala kan timbul.

Gejala awal yang muncul biasanya dimulai dengan demam tinggi, disertai ngilu badan, mual dan pusing.

Sebenarnya tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini, biasanya gejala penyakit DBD dapat diatasi dengan minum yang super duper banyak, makan-makanan bergizi, istirahat dan mengkonsumsi paracetamol sebagai obat penurun panas. Dalam 1-2 minggu baru kondisi akan pulih.

Permasalahannya adalah sanggupkah kita meng-handle  asupan cairan dengan baik? dan memastikan Trombosit kita tidak terlalu jauh turunnya dan memastikan naik kekondisi semula. Hal-hal inilah yang tidak dapat dianggap sepele dan sering luput dari perhatian kita.

Kalau begitu Trombosit itu apa? Trombosit adalah keping darah yang ukurannya lebih kecil dari eritrosit dan leukosit. Fungsi utama Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Jadi biasanya kita akan disarankan untuk tidak melakukan beberapa hal selama Trombosit kita turun karena dikhawatirkan akan mudah terjadi pendarahan, seperti menggosok gigi.

Bagaimana bila seandainya kita terkena DBD, seperti saya katakan sebelumnya cara penanganannya dan tidak adanya obat khusus, namun di rumah sakit kita akan terpantau secara berkala mengenai jumlah Trombosit dan cariran yang akan selalu masuk lewat cairan infus.

Jujur selama di rumah sakit banyak sekali orang-orang yang menyarankan soal minum ini, minum itu demi untuk menaikan jumlah Trombosit. Ada beberapa minuman yang biasanya disarankan dan ampuh terhadap beberapa kasus atau orang yang antara lain

  • Angkak
  • Jus Jambu
  • Sari Kurma
  • Madu
  • FuFang (obat tradisional cina yang sudah berbentuk kemasan kecil siap minum)
  • Air Zam-Zam

dan itu juga yang saya minum selama dirumah sakit demi cepat pulang, selain air putih yang banyak tentunya.

Catatan ya… bukan pesan sponsor loh…tapi FuFang itu juara untuk naikin Trombosit, memang harganya cukup mahal sekitar 250 untuk 12 botol kecil, tapi trombosit saya sempat stuck di 50.000 dan dalam semalam bisa naikin sampai ke 90.000.. Cara kerja Fufang ini tidak berbeda jauh dengan angkak, bedanya angkat rasanya tidak manis tapi Fufang ada rasa manisnya, dan kalo Fufang ready to drink sedangkan angkak kita harus memprosesnya terlebih dahulu. Jadi pilihan ada di kalian sebenarnya…

Sehat itu mahal, jadi lebih baik mencegah daripada mengobati..

Tetap Sehat, Tetap Semangat ya TemanS

 

 

Advertisements

Yuk komen di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s